BAB 2
MENENTUKAN HARGA SATUAN JASA SESUAI SEGMENTASI PASAR
BAB 2
MENENTUKAN HARGA SATUAN JASA SESUAI SEGMENTASI PASAR
Dalam industri kecantikan dan spa, penentuan satuan jasa menjadi langkah penting untuk memastikan layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pelanggan. Segmentasi pasar membantu penyedia layanan mengelompokkan konsumen berdasarkan usia, gaya hidup, daya beli, serta preferensi perawatan. Dengan memahami segmen pasar yang dituju, usaha kecantikan dapat menetapkan satuan jasa—seperti jenis paket perawatan, durasi layanan, tingkat kualitas produk, hingga harga—secara lebih tepat dan efektif. Penyusunan satuan jasa yang sesuai segmentasi pasar tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mendukung strategi pemasaran, membangun citra usaha, serta membantu bisnis tetap kompetitif dalam industri kecantikan yang terus berkembang.
1. Pengertian Satuan Jasa
Satuan jasa adalah bentuk atau unit layanan yang ditawarkan oleh usaha kecantikan dan spa kepada pelanggan.
Satuan jasa ditentukan berdasarkan kebutuhan dan preferensi pelanggan yang telah dikelompokkan melalui segmentasi pasar.
2. Pengertian Segmentasi Pasar dan tujuannya
Segmentasi pasar adalah mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristik tertentu agar penawaran jasa lebih tepat sasaran. Mempelajari segmentasi pasar bertujuan untuk Mempermudah pelayanan terhadap konsumenm memberikan pelayanan yang lebih baik dan mengarahkan strategi pemasaran. .Hal ini penting karena: Setiap kelompok pelanggan memiliki kebutuhan perawatan berbeda., Harga dan jenis layanan harus disesuaikan dengan kemampuan dan daya beli konsumen., Pengelompokkan membantu bisnis merancang layanan yang tepat sasaran., Usaha dapat menyusun paket jasa yang lebih menarik dan kompetitif.
3.Syarat segmentasi pasar
Dalam menentukan segmentasi pasar ada beberapa prinsip antara lain : Iidentifiable and measurable, Accessible, Substantial,Differentiable,Actionable,Viable and sustainable
a) Identifiable and Measurable (Dapat Diidentifikasi dan Diukur)
Segmentasi harus mampu dikenali dengan jelas dan dapat dihitung jumlahnya.
Artinya, kelompok konsumen harus memiliki ciri yang mudah dilihat, misalnya usia, pendapatan, gaya hidup, atau kebutuhan perawatan.
Contoh dalam usaha kecantikan:
Kelompok “remaja 13–19 tahun yang sering mengalami acne” dapat diidentifikasi dan jumlahnya bisa diukur, sehingga salon bisa menentukan berapa banyak layanan facial acne yang dibutuhkan.
b) Accessible (Dapat Dijangkau)
Segmen pasar harus mudah dijangkau melalui promosi, lokasi, media komunikasi, serta layanan yang memungkinkan.
Contoh:
Jika targetnya ibu-ibu bekerja, salon dapat menjangkau mereka lewat Instagram, WhatsApp Business, dan promo “after office hours”.
Jika segmen sulit dijangkau, misalnya tinggal di area terpencil, maka segmen tersebut tidak efektif.
c) Substantial (Cukup Besar / Menguntungkan)
Segmen harus cukup besar dan memiliki potensi keuntungan agar layak dilayani. Jika segmen terlalu kecil, biaya promosi bisa lebih besar daripada keuntungan.
Contoh:
Segmen “pelanggan hair spa premium” di kota besar cukup besar dan menguntungkan, sehingga layak dibuat layanan kelas premium.
d). Differentiable (Dapat Dibedakan)
Segmen harus berbeda secara nyata dari segmen lainnya, sehingga membutuhkan strategi layanan atau promosi yang berbeda.
Contoh:
a)Segmen “remaja” membutuhkan layanan acne facial.
b)Segmen “wanita bekerja” membutuhkan paket relaksasi singkat.
c) Perbedaannya jelas, sehingga layanan dan promosinya tidak bisa disamakan.
e) Actionable (Dapat Ditindaklanjuti)
Segmen tersebut harus memungkinkan untuk dilayani secara nyata—artinya salon mampu menyediakan layanan, tenaga kerja, alat, dan promosi sesuai kebutuhan segmen.
Contoh:
Jika salon ingin melayani segmen “hair coloring premium”, maka harus memiliki:
• produk high-end,
• terapis ahli,
• konsultasi warna,
• peralatan profesional.
Jika tidak mampu, maka segmen tersebut tidak actionable.
f) Viable and Sustainable (Layak dan Berkelanjutan)
Segmen harus menguntungkan dalam jangka panjang, bukan hanya sesaat. Segmen juga harus memiliki potensi untuk terus berkembang.
Contoh:
Segmen “wanita dewasa dengan kebutuhan perawatan anti-aging” adalah segmen berkelanjutan karena kebutuhan tersebut terus ada, dan memiliki kemampuan bayar yang stabil.
4. Bentuk Segmentasi Pasar dalam Usaha Kecantikan dan Spa
Dalam industri kecantikan dan spa, memahami kebutuhan pelanggan merupakan kunci utama untuk menciptakan layanan yang efektif, tepat sasaran, dan bernilai tinggi. Setiap pelanggan memiliki karakteristik, preferensi, serta tujuan perawatan yang berbeda, sehingga pelaku usaha tidak dapat menerapkan strategi pemasaran yang sama untuk semua orang. Oleh karena itu, segmentasi pasar menjadi langkah penting untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan kebutuhan dan perilaku mereka.
Melalui segmentasi pasar, salon dan spa dapat menyusun paket layanan yang lebih relevan, menentukan harga yang sesuai, memilih jenis produk yang tepat, hingga merancang pengalaman pelayanan yang lebih personal. Segmentasi juga membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan loyalitas karena layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan harapan mereka.
Dengan memahami berbagai bentuk segmentasi seperti demografis, psikografis, geografis, hingga perilaku, pelaku usaha kecantikan dapat mengembangkan strategi layanan yang lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di tengah perkembangan industri kecantikan yang semakin dinamis.
a. Segmentasi Demografis
Segmentasi demografis adalah cara membagi pasar berdasarkan karakteristik yang dapat diukur seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendapatan. Dalam industri kecantikan dan spa, segmentasi ini sangat penting karena setiap kelompok memiliki kebutuhan perawatan dan daya beli yang berbeda.
1. Berdasarkan Usia
Setiap kelompok usia memiliki kebutuhan dan masalah kecantikan yang berbeda.
· Remaja: fokus pada acne, minyak berlebih, nail art, dan layanan berbiaya rendah.
· Dewasa: fokus pada relaksasi, perawatan anti-aging awal, hair spa, body scrub.
· Lansia: layanan lembut seperti pijat ringan, perawatan kulit sensitif, atau terapi kesehatan ringan.
2. Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki-laki dan perempuan memiliki preferensi layanan yang berbeda.
Perempuan: facial, hair coloring, makeup, spa body treatment.
Laki-laki: barber grooming, facial untuk kulit kasar, pijat sport massage, body scrub ringan.
3. Berdasarkan Pekerjaan
Jenis pekerjaan memengaruhi gaya hidup, waktu luang, dan kebutuhan perawatan.
Pekerja kantoran: layanan cepat seperti express facial, reflexology, hair spa.
Tenaga profesional/eksekutif: layanan premium dan eksklusif dengan privasi tinggi.
Pelajar/mahasiswa: layanan murah dan trend visual seperti nail art atau facial basic.
4. Berdasarkan Pendapatan
Pendapatan menentukan kemampuan membeli layanan.
Pendapatan rendah: layanan dasar (basic service) dengan harga terjangkau.
Pendapatan menengah: paket lengkap dengan durasi sedang dan produk yang baik.
Pendapatan tinggi: layanan premium, produk luxury, medical spa, ruangan privat.
b. Segmentasi Psikografis
Segmentasi psikografis membagi pelanggan berdasarkan gaya hidup, preferensi, dan minat, yang menggambarkan bagaimana seseorang menjalani hidup, apa yang mereka sukai, serta nilai yang mereka anggap penting. Dalam industri kecantikan dan spa, segmentasi ini sangat efektif karena layanan kecantikan erat kaitannya dengan kebiasaan, kebutuhan emosional, dan pola hidup pelanggan.
1. Berdasarkan Gaya Hidup
Segmentasi berdasarkan gaya hidup membagi pelanggan sesuai cara mereka menjalani keseharian, aktivitas rutin, kebiasaan merawat diri, serta nilai-nilai yang mereka anggap penting. Dalam industri kecantikan dan spa, gaya hidup sangat memengaruhi jenis layanan yang dipilih pelanggan karena setiap pola hidup mencerminkan kebutuhan perawatan yang berbeda. Gaya hidup mencerminkan aktivitas sehari-hari dan cara seseorang merawat diri.
Contoh:
Pelanggan sibuk (workaholic): memilih layanan cepat seperti express facial atau reflexology 30 menit.
Pencinta kebugaran (healthy lifestyle): menyukai holistic spa, aromatherapy, dan body massage untuk pemulihan tubuh.
Pelanggan yang sering traveling: memilih layanan praktis seperti hair treatment express atau hydrating facial.
2. Berdasarkan Preferensi
Segmentasi berdasarkan preferensi mengelompokkan pelanggan sesuai kecenderungan pilihan, selera, atau jenis layanan yang paling mereka sukai. Preferensi ini mencerminkan apa yang dianggap penting oleh pelanggan dalam perawatan kecantikan, baik dari segi produk, metode, kenyamanan, maupun hasil yang diinginkan. Preferensi menunjukkan pilihan atau kecenderungan pelanggan terhadap jenis layanan tertentu.
Contoh:
· Menyukai produk organik/herbal pelanggan memilih spa herbal atau body scrub alami.
· Menyukai hasil instan pelanggan memilih advanced facial, RF treatment, atau teknologi kecantikan.
· Menyukai privasi dan kenyamanan pelanggan memilih layanan VIP room atau home service beauty.
3. Berdasarkan Minat
Segmentasi berdasarkan minat adalah cara mengelompokkan konsumen berdasarkan apa yang mereka sukai, aktivitas yang mereka ikuti, serta hal-hal yang membuat mereka merasa tertarik dan antusias. Minat dapat sangat memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk atau jasa, termasuk di bidang kecantikan. Minat adalah ketertarikan khusus pelanggan terhadap jenis perawatan tertentu.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan segmentasi berdasarkan minat
a. Fokus pada hobi dan aktivitas yang disukai
Apabila seseorang yang hobi tampil di media sosial lebih tertarik pada layanan makeup atau eyebrow treatment untuk tampil lebih percaya diri di konten.
b. Mengidentifikasi hal-hal yang membuat konsumen antusias
Ø Ada yang sangat tertarik dengan tren kecantikan Korea, sehingga memilih skincare dan makeup bernuansa glass skin.
Ø Ada pula yang tertarik pada perawatan alami, sehingga memilih produk atau layanan berbahan herbal.
c. Mengikuti minat khusus konsumen
Ø Contoh: pecinta gym dan fitness cenderung memilih perawatan kulit yang fokus pada oil control atau acne care.
Ø Pecinta seni dapat tertarik pada layanan seperti henna art atau body painting.
Ø Layanan kecantikan disesuaikan dengan minat mereka
Contoh
minat: fashion & glam menyukai layanan makeup glam, eyelash extension, nail art.
minat: perawatan diri menyukai facial, spa, hair treatment.
minat: natural living menyukai skincare organik, aromaterapi, spa herbal.
c. Segmentasi Geografis
Berdasarkan lokasi atau lingkungan tempat tinggal pelanggan.
Contoh segmen Geografis
Area perkotaan → layanan cepat, modern, teknologi terbaru.
Area wisata → paket spa lengkap, paket couple, paket relaksasi harian.
d. Segmentasi Perila
Berdasarkan kebiasaan, frekuensi kunjungan, dan keinginan pelanggan.
Contoh: Pelanggan rutin membership atau paket bulanan, Pelanggan baru paket promo atau trial service.
4. Menentukan Satuan Jasa Berdasarkan Segmentasi Pasar
Langkah-langjkah membuat satuan jasa sesuai sasaran
a. Mengidentifikasi kebutuhan tiap segmen
Contoh:
Segmen remaja: Layanan murah, cepat, fokus kulit bermasalah.
Segmen ibu rumah tangga: Layanan relaksasi dan perawatan tubuh lengkap.
Segmen profesional: Layanan yang efisien dan memberikan hasil instan.
b. Menentukan jenis layanan yang sesuai
c. Menentukan durasi pelayanan
30 menit: untuk pelanggan sibuk
60 menit: perawatan standar
90–120 menit: paket relaksasi lengkap
Durasi disesuaikan dengan kebutuhan segmen pelanggan.
d. Menentukan kualitas layanan
Basic harga terjangkau, produk standar
Premium produk berkualitas, teknik terapis lebih detail
Luxury fasilitas mewah, produk high-end, ruangan privat
e. Menentukan harga sesuai daya beli segmen
Harga harus mencerminkan:
biaya operasional,
kualitas produk,
kemampuan segmen pasar,
posisi brand (merek) di pasar.
5. Contoh Penerapan dalam Usaha Kecantikan dan Spa
Contoh 1: Segmentasi Remaja
· Satuan jasa: Facial Acne 45 menit
· Produk: acne series, masker clay
· Harga: ekonomis
· Alasan: Remaja membutuhkan perawatan kulit berminyak/berjerawat, dengan harga ramah kantong.
Contoh 2: Segmentasi Ibu Rumah Tangga
· Satuan jasa: Body Scrub + Body Massage 90 menit
· Tujuan: relaksasi dan perawatan kulit
· Harga: menengah
· Alasan: Durasi panjang diperlukan untuk memulihkan kelelahan.
Contoh 3: Segmentasi Pelanggan Premium
· Satuan jasa: Luxury Spa Package (120 menit)
· Isi: massage, aromatherapy, jacuzzi, body mask
· Harga: premium
· Alasan: Segmen ini mencari kualitas tinggi dan pengalaman eksklusif.
4. Kisaran (plus minus) Rate Jasa Layanan Salon
Dalam penetapkan rate / harga jasa layanan salon ada baiknya melakukan survey terlebih dahulu kepada salon - salon terdekat di lokasi kita, dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daya beli masyarakat setempat agar rate jasa salon yang kita tentukan tidak terlalu mahal dan tidak juga terlalu murah. Berikut ini adalah rate / biaya jasa salon minimal standar yang tergolong masih wajar bisa ditetapkan. Jenis LayananHarga Minimal
· Gunting rambut wanita minimal Rp. 30.000,-
· Gunting rambut pria minimal Rp. 30.000,-
· Gunting poni minimal Rp. 15.000,-
· Cuci rambut minimal Rp. 15.000,-
· Blow / catok rambut minimal Rp. 30.000,-
· Cuci blow variasi / curly minimal Rp. 40.000,-
· Creambath biasa minimal Rp. 40.000,-
· Hairmask / hairspa minimal Rp. 60.000,-
· Facial biasa minimal Rp. 60.000,-
· Facial lengkap + totok wajah minimal Rp. 100.000,-
· Manicure minimal Rp. 40.000,-
· Pedicure minimal Rp. 50.000,-
· Merapikan alis minimal Rp. 10.000,-
· Lulur badan minimal Rp. 70.000,-
· Pewarnaan / toning pendek minimal Rp. 200.000,-
· Pewarnaan / toning sedang minimal Rp. 300.000,-
· Pewarnaan / toning panjang minimal Rp. 400.000,-
· Smoothing / rebonding pendek minimal Rp. 250.000,-
· Smoothing / rebonding sedang minimal Rp. 350.000,-
· Smoothing / rebonding panjang minimal Rp. 450.000,-
· Highlight / balayage minimal Rp. 300.000,-
· Eyelash extension minimal Rp. 100.000,-
· Keriting bulu mata minimal Rp. 80.000,-
· Waxing kaki minimal Rp. 50.000,-
· Waxing tangan minimal Rp. 30.000,-
· Waxing ketiak minimal Rp. 30.000,-
· Ear candle minimal Rp. 30.000,-
· Makeup wisuda / pesta minimal Rp. 250.000,-
· Makeup wisuda / pesta + sanggul minimal Rp. 300.000,-
· Sanggul minimal Rp. 75.000,-
· Makeup pengantin minimal Rp. 500.000,-
Kamu bisa menetapkan rate / biaya jasa salon Anda sendiri dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Daya beli masyarakat sekitar
2. Rate jasa salon kompetitor
3. Bahan baku dan produk yang digunakan
4. Biaya sewa tempat
5. Tarif listrik dan tarif air di lokasi salon
6. Kriteria kelas salon Anda
Jangan terlalu rendah menetapkan rate jasa salon demi untuk menarik klien sebanyak banyaknya, kalau keuntungan yang anda dapatkan sangat kecil atau hampir tidak ada.Hal itu malah bisa menjadi bumerang bagi kelangsungan hidup salon Anda.Lebih baik bertahan dalam layanan yang berkualitas daripada membanting harga terlalu murah.
Contoh Perhitungan untuk Menentukan Harga jasa layanan
Note:
Contoh ini tuntuk perhitungann biaya jasa Layanan pewarnaan rambut + bleaching rambut sedang (dibawah bahu)
Note:
Contoh ini untuk perhitungan biaya jasa layanan facial
2. Cara Menentukan Harga Layanan
Faktor yang mempengaruhi harga:
Biaya bahan
Biaya tenaga kerja
Lokasi Salon
Mutu dan merek produk
Penggunaan alat modern
Kompetitor
Segmentasi pasar
Rumus Penentuan Harga Dasar
Dalam usaha jasa kecantikan, penentuan harga jual merupakan langkah penting untuk memastikan layanan tetap menguntungkan, namun tetap dapat diterima oleh pelanggan. Salah satu cara yang paling umum digunakan adalah perhitungan harga dasar, yaitu menjumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memberikan layanan, kemudian menambahkan nilai keuntungan yang diinginkan. Perhitungan ini perlu dilakukan secara cermat agar harga yang ditetapkan tidak merugikan usaha, namun tetap kompetitif di pasar.
Secara sederhana, rumus penentuan harga dasar adalah:
Harga Jual = (Biaya Bahan + Biaya Tenaga Kerja) + Keuntungan
Rumus tersebut menggambarkan bahwa harga layanan harus mencakup seluruh biaya operasional langsung, yaitu bahan (consumable) dan jasa tenaga kerja, kemudian ditambah dengan margin keuntungan yang sudah diperhitungkan agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Contoh Perhitungan
Misalnya sebuah layanan facial dasar membutuhkan biaya:
Bahan facial : Rp12.000
(misal: masker, toner, kapas, serum, sheet mask)
Biaya tenaga kerja : Rp20.000
(upah terapis per layanan, dihitung per durasi)
Keuntungan yang diinginkan : Rp18.000
(margin standar agar usaha tetap berkembang)
Maka harga jual dapat dihitung sebagai berikut:
Harga Jual = Rp12.000 + Rp20.000 + Rp18.000
Harga Jual = Rp50.000
3. Contoh Harga Berdasarkan Segmentasi
Basic Facial
· Low segment: Rp 40.000 – Rp 60.000
· Middle segment: Rp 80.000 – Rp 120.000
· High segment: Rp 200.000 – Rp 400.000
Hair Spa
· Low: Rp 30.000 – Rp 50.000
· Middle: Rp 80.000 – Rp 150.000
· High: Rp 200.000 – Rp 300.000
4. Penerapan dalam Pembelajaran
Siswa membuat menu daftar harga salon sekolah
Menghitung harga berdasarkan modal
Diskusi kelompok membandingkan harga kompetitor
Presentasi strategi harga